Sedekah Patungan Bedah Rumah Ibu Anisah
Setiap orang tentu mendambakan rumah yang nyaman, tempat pulang yang mampu melindungi keluarga dari panas dan hujan. Namun, harapan sederhana itu belum bisa dirasakan oleh Ibu Anisah, warga Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Selama 16 tahun, Bu Anisah bersama suami, satu orang anak, serta dua cucunya tinggal di sebuah rumah yang kondisinya semakin memprihatinkan. Atap rumah yang terbuat dari kayu telah lapuk dan rusak parah. Sebagian genteng pun sudah tidak mampu lagi menahan derasnya hujan.
Setiap kali hujan turun, bukan hanya tetesan air yang masuk ke dalam rumah. Air hujan menggenangi lantai hingga memaksa Bu Anisah dan keluarganya berpindah ke bagian depan rumah demi mencari tempat yang sedikit lebih kering.
“Kalau hujan bukan cuma bocor, tapi bisa banjir. Apalagi kalau disertai angin, saya selalu was-was,” tutur Bu Anisah.
Bukan hanya kondisi rumah yang memprihatinkan, keluarga ini juga hidup dalam keterbatasan ekonomi. Bu Anisah dan suaminya bekerja membantu membersihkan sebuah Sekolah Dasar, mulai dari menyapu halaman, menyapu ruang kelas, hingga mencuci peralatan. Penghasilan yang mereka terima hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga impian memperbaiki rumah belum pernah bisa terwujud.
Di rumah sederhana itu, Bu Anisah juga mengasuh dua orang cucunya yang kini menjadi yatim piatu setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia. Dengan penuh kasih sayang, Bu Anisah berusaha menjadi tempat berlindung bagi kedua cucunya, meski dirinya sendiri belum memiliki rumah yang layak untuk ditempati.
Kondisi rumah yang rusak membuat aktivitas sehari-hari pun menjadi serba terbatas. Rumah Bu Anisah belum memiliki dapur dan tempat untuk mencuci pakaian. Setiap hari, beliau harus memasak dan mencuci di luar rumah, apa pun kondisi cuacanya.
Rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi sebuah keluarga. Namun bagi Bu Anisah, setiap hujan yang datang justru membawa rasa cemas. Ia khawatir atap yang semakin rapuh suatu saat akan roboh dan membahayakan seluruh anggota keluarganya.
Hari ini, kita masih memiliki kesempatan untuk menghadirkan harapan baru bagi Bu Anisah dan keluarganya.
Mari bergotong royong membantu renovasi rumah Bu Anisah agar menjadi hunian yang aman, nyaman, dan layak huni.
| Tanggal | Donatur | Nominal |
|---|---|---|
| Total Donasi Online | Rp 11.330.007 | |
| Total Donasi Offline | Rp 1.100.000 | |
| Total | Rp 12.430.007 | |
Laporan Progres Pembangunan Bedah Rumah Bu Anisah
30 Juli 2026
Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh, Bapak/Ibu yang dirahmati Allah,
Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan Bapak/Ibu, progres pembangunan rumah Bu Anisah kini telah memasuki tahap pengacian dinding tembok luar. Dari kondisi rumah yang sebelumnya rusak parah dengan atap yang lapuk kini rumah Bu Anisah sudah berdiri dengan struktur dinding batako dan rangka atap yang kokoh.
Bu Anisah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran Bapak/Ibu dalam perjuangan beliau mendapatkan tempat tinggal yang layak. Semoga rumah ini kelak menjadi tempat yang penuh keberkahan bagi keluarga beliau.


Berikut kami lampirkan dokumentasi pembangunan Rumah Bu Anisah. Semoga kebaikan Bapak/Ibu menjadi amal yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Aamiin.
Wassalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
BANTU SEBARKAN KEBAIKAN
Ayo ikut berkontribusi dalam gerakan peduli umat !
Ajak lebih banyak orang untuk mewujudkan program kebaikan ini.
Donatur
Ya Allah aku niatkan sedekah ini pahalanya untuk orangtuaku. Jagalah orangtua dr siksa kubur dan siksa api neraka. Ampunilah semua dosanya, terimalah amal ibadahnya, masukkan mereka kedalam surgaMU dengan rahmatMU. Gantilah penseritaannya di dunia dengan kebahagiaan di akherat. Aamiin Ya Allah Ya Mujib🤲
Semoga barokah
Swmoga bermanfaat utk ibu annisa
Allah menguatkan iman Islam keluarga kami, selalu bertambah berbuat baik nya
Bismillah
Semoga bisa menjadi amal jariyah saya
bismillah sedekah ini di khususkan untuk almh. sugiyem binti jo kasmo